Selasa, 28 Juli 2009

Hidupmu Bukanlah Milikmu

Dari mimpi Ibrahim aku melihat kesungguhan.
Seperti ketakutan yang diciumi kecintaan terdalam, maka aku mendengar segalanya. Dan sedari pagi kalian sudah menangisi zaman. Menghitung bukan lagi dengan jari siapa saja yang mati hari ini.

Maka dikembalikan kembali elegi kepada masing-masing yang memiliki. Dan engkau lama tercenung! Saudaraku, kita sudah hidup bahagia dalam kerahmatan Khalik. Baka dan nyata. Maka, tersenyumlah engkau seperti bunda mengantarkanmu ke tempat ini silam.
Karena ada cinta dalam derita.
Dan luka sudah mengakhirinya.


Hidupmu bukanlah milikmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar