Kamis, 26 November 2009

Pembunuhan Suci

Aku lalu memandangimu
dari lilin-lilin, yang telah engkau nyalakan sendiri.
Seperti Ananta mematuhi Wisnu, aku mendengarmu.
Maka bicaralah.
Kemukakan pertentangan itu.
Dan sanggahlah aku!

Kita seduduk dalam binar-binar kerinduan.
Kebencian yang tertular, dan kecintaan yang menjangkit diseluruh tubuhmu dan tubuhku melahirkan beribu benih-benih kesakitan baru setiap malamnya.
Lalu apa yang harus aku katakan lagi tentang negara ini?
Apa yang masih ingin kumiliki dari semua kehilangan ini?

Dan engkau seperti membalikkan tubuhku.
Memperlihatkan bulir-bulir kepedihan tumpah diwajahmu. Tersenyumlah!
Tersenyumlah!
Aku tidak ingin menjadikanmu Yudas dari pembunuhan suci ini.
Lalu engkau berbalik dan pergi sekali lagi. Jauh sekali.

Dan surga sudah terlanjur terbakar, saudaraku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar