Kamis, 26 November 2009

Re- Evaluasi

Inilah penyembahanku,
wahai masa depan!

Penyakit yang kurawat,
Kebodohan mengagumkan kubuat,
Kelak keduanya mati membusuk dalam tubuhmu..

Darah menggenangi hati.
Berceceran dihadapan Tuhan!
Atas nama janji,
aku pergi meninggalkan Engkau, Tanah tujuanku..

Aku berbicara tentang mimpi-mimpi yang pilu.
Monolog hampa disetiap subuh.
Akankah waktu akan menjadi sayap-sayap
kemegahan diatas kelumpuhan
yang mengerikan ini?

Diatas lutut lemah ini
aku menunduk pada zat
yang menciptakan
pengampunan..

Dan kesedihan terasa
begitu dekat malam ini.
Mengendap-endap dari ujung lorong tak berujung.
Datang dalam
jubah-jubah hitam kebesaran malam.
Dan Dia mengecup keningku begitu hangat!
Hangat sekali..

maka dari titik inilah
kita akan kembali
kedalam kekosongan jiwa
masing-masing.



Sesungguhnya,

hari ini adalah kemarin dan kemarin
adalah esok lusa..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar