Sabtu, 25 September 2010

Interview with Mesin Distorsi

Siapa sih yang tidak tahu MESIN DISTORSI? Atau minimal, siapa diantara kamu-kamu sekalian yang malah belum pernah sekalipun dengar nama tersebut? Ada yang tahu? Atau mungkin malah tidak ada yang tahu? Kalo begitu janganlah kamu merasa rendah diri atau berkecil hati berbesar biji bila kamu-kamu sekalian belum pernah mendengar nama tersebut, itu artinya kamukamu sekalian tidak membuang-buang waktumu dengan membaca sekelumit wawancara saya dengan mereka yang dirangkum dari berbagai pertemuan kami yang tidak penting, setengah mabuk, dan terlalu banyak dustanya ketimbang bohongnya.

Satu-satunya alasan Kenapa pula saya harus melakukan interview ini dengan mereka
karena saya tahu hanya sedikit sekali pemusik di negara ini yang sudi menjual jiwa mereka kepada musik "bum-bum bang" atau yang biasa kita sebut dengan industrial secara umumnya dan perlu ditambahkan pula diantara langkanya pemusik gila macam itu,
masih ada pula pemusik yang lebih gila dengan melacurkan diri mereka dengan cara, tetap setia
dan dengan bangganya pula mengcover ulang lagu-lagu dari band yang tidak seberapa populernya (baca: koil) selama bertahun-tahun belakangan ini.
Jadi wajarlah bila saya sedikit tertarik dan ingin tahu apa yang membuat
Uppi ( Lead Vocal ), Bowo ( Keyboard ), Dido ( Bass ), Arsat ( Drum), Dayat ( Guitar ), Black ( Guitar ), dan Addo ( Sampling ) begitu bergairahnya mengaransemen dan membawakan ulang seluruh lagu-lagu Koil dari berbagai album dan membawakan kembali lagu-lagu Koil pada zamannya masing-masing.
Inilah wawancara yang dengan sekuat hati dan iman, saya coba untuk menuliskannya sebaik mungkin agar tertuang sedikit bermutu disini. Atau kalau memang tidak bermutu setidaknya saya tahu mereka adalah pemusik yang bermutu tapi kurang beruntung tapi saya juga belum mengerti apa maksud saya menuliskan ini jadi sebelum saya berbicara tentang mutu yang saya tahu, banyak yang tidak saya tahu, mari kita mulai saja tetek bengek wawancara brengsek ini.

Lorong Magazine ( LM ) : " Apa kabar Mesin Distorsi? Lagi sibuk apaan sekarang? "

Mesin Distorsi ( MD ) : " Kabar agak baik. Lagi sepi panggung lagi banyakin duit buat rekaman mini album sama lagi nabung buat umroh juga biar dikasi hidayah supaya bisa cepet jadi artis beneran "

LM : " Ngomong-ngomong jadi artis, MD berdiri taun berapa sih? "

MD : " Kalo gak salah tahun 2007an. Waktu itu kita lagi suka-suka nya sama musik-musik luar macem Rammstein, Deathstars atau lokalnya kayak Sel dan Koil gitu. Kebetulan waktu itu beberapa member kita itu juga pecahan dari band-band mereka sebelumnya macem kayak SenyawaMesin dan Kucing Kurus jadi daripada kita gak ngeband karena band-band kita masing-masing juga lagi vakum, kita sepakat buat ngejam trus bawain lagu-lagu tadi. Berhubung equipment kita masih terbatas kita coba untuk mengeksplorasi dibidang yang lain. Contohnya wajah. Biarpun kita miskin equipment tapi kita-kita ini kaya wajah alias rupawan gituh ceritanya. "

LM : " Punya influence darimana aja? "

MD :" 50% Koil, 30% Rammstein, sisanya ya kaya Deathstars, Modulate, band-band yang gak jelas juntrungannya dan terutama juga kami sangat terinfluence dengan yang namanya rupiah "

LM : " Kenapa sih suka banget bawain lagu-lagu Koil ? "

MD : " Yang pertama karena kami ganteng dan merasa pantas membawakan lagu-lagu mereka, yang kedua karena kami adalah fans band ini dan bagi kami bisa membawakan ulang lagu-lagu band ini adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi kami. Ini bukan soal gaya-gayaan. Ini tentang kepuasan kami sendiri dalam bermusik. Dan kami sangat bangga, merasa gaya, puas dan ganteng sekali lagi "

LM : " Lagu Koil apa yang paling sering dicover dan apa alasannya ? "

MD : " Dari sekian banyak lagu-lagu mereka, kami paling suka dengan 'Rasa Takut Adalah Seni' dan 'Karat'. Bagi kami dua lagu tadi adalah hits fenomenal Koil yang timeless. Selain faktor kunci gitarnya gak ribet trus vokalnya juga banyakan cuma teriak-teriak doangan, kami merasa setiap membawakan dua lagu tadi energi ganteng kami mengalir begitu deras mengiringi lagu-lagu fenomenal tersebut "

LM : " Dengan tudingan cuma sebagai band spesialis doang, apa tanggapan kalian? "

MD : " Biarin ajalah orang mau bilang apa. Kita suka dengan apa yang kita kerjain dan kita puas dengan semua karya kita. Entah nantinya mau diterima apa nggak sama orang, kita gak peduli. Bagi kita, bisa membawakan lagu-lagu Koil adalah sebuah kepuasan tersendiri bagi kita. Dan kepuasan itu mahal artinya bagi semua orang, kecuali kamu buaya mars bukan orang jadi wajar kalo kamu gak ngerti kenapa bulan suka terlambat dateng "

LM : " Sebagai sebuah band, apa yang kalian suka dari Koil ? "

MD : " Yang pertama ya dari performance mereka. Terutama wardrobe yah pastinya. Cuma orang buta yang bisa ngeliat yang gak suka sama wardrobe macam gitu. Selanjutnya ya karena mereka bisa menjadikan sebuah lagu menjadi lebih dari sekadar lagu. Melainkan menjadi sebuah dogma dan 'kepercayaan' tersendiri bagi siapa saja dan gak gampang buat melakukan itu semua. Faktor lain yang ngebuat kita suka sama mereka ya karena mereka ganteng-ganteng sama seperti kita "

LM : " Persepsi tentang musik dan Koil itu sendiri ? "

MD : " Pertanyaan lo agak basa-basi tapi buat kita Koil adalah salah satu pemusik yang hebat. Dengan umur yang sangat panjang untuk hitungan band yang tidak populer, mereka masih bisa bikin karya-karya yang tetap bisa diawetkan sesuai dengan kebutuhan di masing-masing zamannya. Dan dengan lirik-lirik yang sangat dapat bisa dipertanggungjawabkan untuk mewakili keadaan sekitar, mereka seolah ngebawa setiap pendengarnya untuk lebih kritis dan peduli terhadap keadaan sekitar masing-masing meskipun kita juga udah sama-sama tahu mereka juga sebetulnya gak peduli-peduli amat sama apapun selain rupiah. Yah yang namanya orang ganteng emang dimana-mana mata duitan gitu sama kayak kita-kita orang "

LM : " Apa yang kalian gak suka dari Koil ? "

MD : " Karena mereka lebih ganteng dan oke dari kita "

LM : " Seberapa jauh sih musik Koil menginvasi kalian ? "

MD : " Jauh sih enggak tapi lebih tepatnya dalem. Sangat dalem. Kita udah lumayan lama suka sama Koil dan secara gak langsung atau malah secara langsung atau secara sadar dan gak sadar, mabuk dan tidak mabuk, musik mereka sudah menjadi bagian dari kami semua. Dan buat kami faktor itu jadi ya semacam kayak apa yah, identitas mungkin? Atau kalo gak boleh dibilang identitas ya jati diri, tapi ya agak-agak susah ngomongin masalah jati diri jaman sekarang ya. Dinegara ini banyak orang yang udah malu mengakui jati diri mereka masing-masing. Tapi kita juga gak peduli-peduli amat sama urusan begituan karena buat kita kegantengan sekali lagi masih menjadi faktor utama "

LM : " Pernah denger Kompilasi Tribute To Koil yang 'Kami Percaya Kaupun Terbakar Juga' kan? Kok gua gak nemu nama kalian disitu? "

MD : " Jawabannya cuma satu, kita belom bikin band ini, waktu kompilasi tea dibikin. Ada pertanyaan laen gak? "

LM : " Kalo seandainya si Jaka bikin kompilasi macam gitu lagi, kalian mau nyumbang apa ? "

MD : " Yang pertama pasti sumbang doa secukupnya karena kita meskipun ganteng-ganteng gini tapi agak-agak kurang bagus untuk urusan finansial dan kita juga gak tau apa hubungannya antara finansial dan doa itu tadi. Selanjutnya kita bakal sumbang kritik. Dan kalo ternyata masih dipaksa juga, kita mau sumbang lagu coveran Koil ' Waktu Yang Berhenti ' aja. Mau jadi apa lagu itu kelak kita belum tau. Kalo ngikutin pasar jaman sekarang sih versi melayu pasti laku. Tapi agak bingung juga gitu tehnik growhl si Otong ditransformasikan ke musik melayu jadinya kayak apa gitu ya. Tapi suatu hari nanti pasti kita coba deh "

LM : " Apa goal kalian sebagai band? "

MD : " Goal? Maksudnya tujuan gitu ya? Kalo ngomongin masalah nanya begituan ke band-band laen pasti jawabannya standar, pengen diterima masyarakat lah atau pengen apa lagi ya, pengen dikenal oleh masyarakat lah. Tapi buat kita diterima atau dikenal itu mah sekunder. Gak penting. Kita maen musik bukan buat kebutuhan masyarakat. Kita bukan bunglon. Kita bikin apa yang kita suka kalo ternyata ada yang laku ya syukur. Kalo kagak ada yang laku ya berarti kita emang gak bakat jualan dan mungkin emang ditakdirkan cuma sebagai pemabuk doangan sekaligus rocker pasif kalo bahasa kerennya gitu. Tapi kita cuma pengen berkarya aja kok. Syukur-syukur masih ada kuping yang mau dengerin kita. Kita suka dengan pilihan ini dan kita juga yakin dengan arah yang kita ambil ini. Atau kalo ngomong gedenya, kita udah punya semacam subjek predikat objek lah kedepannya mau gimana kita-kita ini. "

LM : " Apa lagi ? "

MD : " Oh ia kalo kira-kira ada kesempatan kelak kita juga pengen gitu bikin show sendiri dan dibuka langsung oleh Koil penampilan kita, karena kita juga sama-sama tau sesama band ganteng saling membantu itu wajib hukumnya. Eh wajib kan yah hukumnya? "

LM : " iya, iya. Trus Alamat kontak kemana ? "

MD : " 02191872715 Uppi. e-mail : mesindistorsi@rocketmail.com, facebook : http://www.facebook.com/pages/MESIN-DISTORSI/85613869659?ref=search&sid=1249711740.66426004..1


Dan wawancara ini terpaksa saya sudahi
karena kami semua sudah amat merasa lelah dengan obrolan gak jelas
yang semakin gak ada juntrungannya ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar